Mengajar dan belajar matematika tidak selamanya menjadi hal yang menakutkan. Dengan menggunakan pendekatan PMRI, belajar matematika dirasa bermakna bagi siswa karena mereka terlibat dalam mengkonstruk pengetahuan. Video berikut dapat dijadikan gambaran betapa anak – anak dapat melalui pembelajaran matematika dengan menyenangkan. Video ini memuat sebuah segment pembelajaran materi kelipatan persekutuan yang dilakukan dalam satu kelompok siswa. Bertindak sebagai pengajar adalah Dr. Ratu Ilma Indra Putri. M.Si (Dosen Universitas Sriwijaya) dan melibatkan 15 siswa SDN 117 Palembang.
Salah satu aktivitas yang diikuti oleh mahasiswa IMPoME adalah kunjungan di beberapa sekolah di kota Utrecht. Dalam kesempatan tersebut, mereka melakukan observasi proses belajar mengajar di beberapa kelas di tingkat “Primary School” yaitu di Paulus School dan di tingkat “Secondary School” yaitu di kelas 1, 2 , dan 3 di CGU (Cristelijk Gymnasium Utrecht).

Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di tingkat “Primary School” lebih menggunakan pendekatan realistik, dimana pembelajaran diawali dengan konteks yang sesuai dengan konsep dan pembelajaran yang menggiring siswa untuk mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Sedangkan di CGU, proses belajar mengajar matematika pada umumnya lebih menggunakan de Wageningse Methode, suatu bentuk “formal approach”. Dimana pembelajaran diawali dengan pemberian latihan – latihan soal dengan level yang berbeda dari hari ke hari.
Persamaan dalam pembelajaran matematika di kedua tingkat sekolah tersebut bahwa siswa menerapkan kelompok belajar dimana mereka bekerja satu sama lainnya dan pembelajaran yang aktif dimana mereka berani untuk mengemukakan pendapatnya. Namun demikian, beberapa anak yang belajar dengan menggunakan pendekatan formal merasa kesulitan ketika dia harus menterjemahkan suatu soal matematika (contohnya: 3y +1 = y +5) ke dalam bentuk soal cerita yang sebenarnya bisa dikaitkan dengan kejadian – kejadian yang dialaminya setiap hari. Menurut Jaap Den Hertog, hal ini terjadi karena mereka tidak dibiasakan untuk belajar matematika dengan menggunakan konteks yang dianggapnya perlu untuk membangun pengetahuan siswa. _(yk)
Sejak tiba di Landasan Schiphol Amsterdam tanggal 5 Februari 2010, ketigabelas mahasiswa IMPoME telah mengikuti berbagai aktivitas yang direncakan oleh pihak Freudental Institute. Mulai dari pengurusan “student housing”, pengisian lembar MVV, pengenalan lingkungan kampus, workshop dengan mahasiswa PhD di Freudental Institute, Observasi sekolah di Paulus, dan mengikuti beberapa perkuliahan.
Lesson Plan
- OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT (Download Materi (856 kB))
- RPP OPERASI BILANGAN HITUNG (Download RPP Kls 5SD)
Using tools in learning and teaching activity is one of PMRI’s characteristics. The tools used must be suitable with the mathematics concept.
In one lecture, Professor Zulkardi showed us many different ropes. With those ropes, he asked us what lessons could be taught to students. Then, we discussed in each group. The rope can be used to teach the material even field.
For example :
With a rope divided into 12 parts, teacher had students to form some rectangulars in different sizes.
Several triangles can be formed by using that rope such as: equilateral triangle, isosceles, and right triangle
equilateral triangle right triangle icosceles triangle
After discussing, one of students explained how he or she answered the problem. The student made solution based on their knowledge.
Realistik Mathematic
OVERVIEW OF PMRI IMPLEMENTATION IN SDN 98 PALEMBANG
I.Introduction
This report is written as a duty of Mathematic Classroom Observation (MCO) subject. The main aim of this report is to describe the implementation of PMRI in SDN 98 that have been done since 2004.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



